Artikel Education, General And Islamic

Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Model Negosiasi

Artikel terkait : Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Model Negosiasi

Negosiasi - Hallooooo, bagai mana kabarnya sob? pada kesempatan kali ini saya akan share beberapa hal yang berkaitan dengan NEGOSIASI. Namun belum bisa seluruhnya soooob, cek update artikelnya yaaaaa, Strategi dan Taktik dalam Negosiasi. yang sabaaaar hehehe...
Model Negosiasi
Image From marketingjoss.com

Manusia diciptakan dengan berbagai bangsa, adat, dan jenis sertaberbagai macam karakter dengankecerdasan dan ketajaman pikiran yang berbeda. Sebagian manusia sangat cerdas, berdisiplin, jujur, sabar, dan bertanggung jawab, namun sebagian lagi ada yang kurang cerdas, emosional atau cepat marah, suka berbohong, dan tidak bertanggung jawab. Kondisi kodrat yang seperti itu merupakan salah satu sumber penyebab mengapa tidak semua persoalan mendapat tanggapan yang sama dan penyelesaiannya pun juga berbeda.

Dalam lingkungan kehidupan organisasi kemasyarakatan, baik sosial, ekonomi maupun politik, upaya untuk mencapai sasaran dengan menggunakan kekerasan atau berdasarkan kekuatan otot belaka sudah bukan zamannya lagi. Bahkan dalam menyelesaikan suatu perbedaan atau pertentangan maupun perbedaan kepentingan diperlukan dialog dan musyawarah melalui lobi dan negosiasi, meskipun adakalanya berlangsung alot dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Dewasa ini upaya melobi bukan lagi monopoli dunia politik dan diplomasi, tetapi juga banyak dilakukan para pelaku bisnis, selebritis dan pihak-pihak lainnya. Biasanya negosiasi dilakukan sebagai pendekatan dalam rangka merancang sesuatu perundingan. Apabila negosiasi berjalan mulus diyakini akan menghasilkan perundingan yang sukses.[1]

Pengertian Negosiasi

Negosiasi (Negotiation) dalam arti harfiah adalah negosiasi atau perundingan. Negosiasi adalah komunikasi timbal balik yang dirancang untuk mencapai tujuan bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Negosiasi memiliki dua arti, yaitu, proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain, sedangkan arti yang kedua negosiasi adalah penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak- pihak yang bersangkutan.

Menurut Stephen Robbins dalam bukunya “Organizational Behavior”, negosiasi adalah proses pertukaran barang atau jasa antara dua pihak atau lebih, dan masing-masing pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran tersebut. Sedang dalam komunikasi bisnis, negosiasi adalah suatu proses dimana dua pihak atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau bertentangan, bertemu dan berbicara untuk mencapai suatu kesepakatan. 

4 Upaya negosiasi diperlukan ketika:

  1. Tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksakan suatu hasil yang diinginkan.
  2. Terjadi konflik antar para pihak, yang masing-masing pihak tidak mempunyai cukup kekuatan atau mempunyai kekuasaan yang terbatas untuk menyelesaikannya secara sepihak.
  3. Keberhasilan kita dipengaruhi oleh kekuasaan atau otoritas dari pihak lain.
  4. Tidak mempunyai pilihan yang lebih baik untu  menyelesaikan masalah yang kita hadapi atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Secara ringkas dapat dirumuskan, bahwa negosiasi adalah suatu proses perundingan antara para pihak yang berselisih atauberbeda pendapat tentang  sesuatu permasalahan. Negosiasi adalah salah satu fungsi utama dari para Diplomat. Oleh karena itu, dalam pergaulan internasional hampir setiap negara menempatkan diplomat-diplomatnya di  negara-negara sahabat. Meskipun istilah dan praktik negosiasi berawal dari dunia diplomasi, namun dewasa ini sudah menjadi sarana pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik dalam dimensi eksternal maupun dimensi domestik. [2]

8 macam-macam negosiasi, diantaranya sebagai berikut:

  1. Negosiasi diplomatik
  2. Negosiasi perdagangan internasional (bilateral maupun multilateral)
  3. Negosiasi global (seperti negosiasi sengketa utara & selatan)
  4. Negosiasi antara buruh dan majikan
  5. Negosiasi antara penjual dan pembeli
  6. Negosiasi antara dua korporasi yang ingin melakukan merger atau aliansi strategik.
  7. Negosiasi pilkada
  8. Negosiasi pemenangan tender, dan sebagainya.


Tujuan negosiasi

Tujuan negosiasi yaitu menemukan kesepakatan kedua belah pihak secara adil dan dapat memenuhi harapan atau keinginan kedua belah pihak. Dengan kata lain, hasil dari sebuah negosiasi adalah adanya suatu kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Artinya, tidak ada satupun pihak yang merasa dikalahkan atau dirugikan akibat adanya kesepakatan dalam bernegosiasi.[3]

Selain alasan tersebut diatas, tujuan dari negosiasi adalah untuk mendapatkan keuntungan atau menghindarkan kerugian atau memecahkan problem yang lain. Yang perlu kita ketahui dalam negosiasi tidak akan pernah tercapai kesepakatan kalau sejak awal masing- masing atau salah satu pihak tidak memiliki niat untuk mencapai kesepakatan. Kesepakatan harus dibangun dari keinginan atau niat dari kedua belah pihak, sehingga kita tidak bertepuk sebelah tangan. Karena itu, penting sekali dalam awal-awal negosiasi kita memahami dan mengetahui sikap dari pihak lain, melalui apa yang disampaikan secara lisan, bahasa gerak tubuh maupun ekspresi wajah. [4]

3 Manfaat Negosiasi

Manfaat yang diperoleh dari suatu proses negosiasi dalah hal ini yakni :
  1. Terciptanya jalinan kerja sama antar institusi atau badan usaha atau pun perorangan untuk melakukan suatu kegiatan atau usaha bersama atas dasar saling pengertian , dengan terjadinya jalinan kerjasama inilah maka tercipta proses-proses transaksi bisnis dan kerja sama yang efektif.
  2. Bagi suatu perusahaan, proses negosiasi akan memberikan manfaat bagi jalinan hubungan bisnis yang lebih luas dan pengembangan pasar.
  3. Meningkatkan relasi, reputasi, profesionalisme


Model negosiasi

Model Pendekatan Negosiasi, dari banyak kasus Negosiasi yang pernah terjadi menunjukkan adanya dua model pendekatan negosiasi, yaitu:

7 Model Pendekatan Kooperatif

Model pendekatan ini disebut juga model Pemecahan Masalah Bersama atau Model Menang-menang;. Menurut Schoonmaker, Negosiasi Menang-menang layak dilakukan jika masalah yang dinegosiasikan menyangkut kepentingan bersama dan antar pihak yang bernegosiasi terdapat hubungan saling percaya mempercayai. Oleh karena itu, tindakan yang disarankan yang perlu dilakukan dalam negosiasi menang-menang adalah:
  1. Memastikan bahwa pihak lain memilih model menang-menang (bukan mau menang sendiri), 
  2. mengenali masalah yang dihadapi (tidak membahas pemecahan sebelum mengenal masalah),
  3. menangani masalah yang berpotensi mempunyai pemecahan yang menghasilkan menang- menang.
  4. saling membagi informasi
  5. memberi tanda-tanda positif kepada pihak lain seperti memberi hadiah- hadiah,
  6. menghindari sikap bertahan dan memberikan persetujuan jika iklimnya sesuai,
  7. menghindari sedapat mungkin pendekatan legalistik.


Negosiasi menang-menang adalah merupakan model negosiasi yang lebih besar peluang keberhasilannya bila dibanding dengan negosiasi menang-kalah. Kemenangan yang diperoleh adalah kemenangan bersama, karena pemecahan yang dihasilkan mengacu kepada fokus interes bersama bukan berdasar pada posisi masing-masing pihak.

5 Model Pendekatan Kompetitif

  1. Model ini sering juga disebut dengan istilah model pendekatan menang-kalah”. Untuk memenangkan negosiasi model menang-kalah agar menempuh 4 (empat) langkah:
  2. Menjelaskan komitmen kita secara tegas tentang apa yang kita inginkan.
  3. Menunjukkan akibat- akibat yang akan terjadi jika keinginan tersebut tidak tercapai.
  4. Menghadang lawan untuk mencapai keinginannya.
  5. Menunjukkan jalan keluar yang bisa menyelamatkan muka lawan dengan menawarkan konsesi penghibur.


Model menang-kalah ini tidak selalu dalam bentuk kekerasan seperti menggunakan ancaman, teror, pembunuhan sampai dengan perang dan atau kekerasan lainnya. Model menang kalah apabila telah menjadi pilihan menandakan adanya sikap bahwa pihak lawan tidak bisa diajak berkawan (kawan bermasyarakat, bernegara dan berpolitik) tetapi telah menempatkan lawan negosiasi sebagai musuh atau sebagai pihak yang dikuasai.[5]

Fote Note
[1] Stephen Robbins, Perilaku Organisasi: Konsep Kontrofersi, Aplikasi (Jakarta: Pt Prenhalindo, 2001) hal  24
[2] Buckhari Alma, Management Bisnis Syari’ah (Bandung: Alfabeta, 2009) hal 130
[3] Ibid hal 133
[4] Ibid, hal 134
[5] Ibid, hal 137

Demikian sedikit ulasan tentang Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Model Negosiasi semoga bermanfaat, jangan lupa komen, like and share. Terimakasih atas kunjungannya dan bagi sahabat blog ARWAVE yang menginginkan materi terkait dengan pembahasan artikel saat ini atau yang lain silahkan tulis di kotak komentar. 

Artikel Arwave Blog Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Coment ya sooob...!

Copyright © 2015 Arwave Blog | Design by Bamz